Devadata Guncang Publik Pasundan di Bandung Berisik 2013

Image

Devadata di Bandung Berisik 2013

Teriknya matahari tak memudarkan semangat publik Bandung untuk menyaksikan penampilan band hardcore veteran asal Surabaya, Devadata. Sabtu, 13 April lalu telah berlangsung acara metal tahunan milik kota kembang yang bertajuk Bandung Berisik.  Bertempat di Stadion Siliwangi, Devadata didaulat menjadi salah satu bintang tamu yang ditunggu-tunggu.

Kedatangan Devadata di Bandung ini merupakan kali pertama mereka untuk menghibur publik Bandung. Seperti yang dilansir Asia Indie Video, Bodhas pentolan grup metal senior ini mengaku senang karena bisa bermain perdana di hadapan publik Bandung.

Band yang digawangi oleh Bodhas (vokal, gitar), Roy (bass), Dandu (drum) dan Ronald (gitar) merasa kagum dan memberikan acungan jempol untuk skena musik di Bandung. Eksklusif kepada Praoto mereka menceritakan pengalamannya selama bermain di Bandung Berisik 2013.

“Jam sepuluh pagi, gerbang masih baru dibuka itu udah banyak yang ngantri sambil duduk-duduk di pinggir jalan. Kalau di Surabaya kan penonton baru dateng sore-sore  soalnya males panas. Kalau di Bandung ini penontonnya lebih niat, mereka nggak mau rugi udah bayar ya harus nonton pertunjukan dari awal sampai habis,” cerita Ronald, gitaris Devadata.

Antusiasme warga kota Bandung terhadap scene musiknya, memang terasa berbeda dengan Surabaya. Pada saat Devadata tampil, para penonton pun maju dan ber-head banging ataupun pogo bersama. Bahkan sebagian besar penonton hafal dan menyanyikan lagu-lagu Devadata dari awal sampai akhir.

Terlebih ketika lagu “JTA (Jancuk, Taek, Asu)” digeber sebagai pamungkas, semua penonton secara serempak ikut bernyanyi bersama. Hal ini mengukir memori pengalaman berharga bagi semua personel Devadata.

Meskipun Devadata merupakan band dari kota lain, publik Bandung tetap memberikan apresiasi penuhnya. Atmosfer ini terasa sangat berbeda dengan kondisi di Surabaya. Hal ini diakui oleh Ronald, “Kalau Surabaya ini masih ngotak-ngotak,bahkan ada istilah ‘lek gak konco, yo gak teko’ (kalau bukan teman, ya tidak mau datang),” ungkap pria berambut gondrong ini.

Padahal, menurut Devadata, sebenarnya untuk segi musik dan teknologi, Surabaya tidak kalah bersaing dengan Bandung maupun kota-kota lain. “Surabaya ini aslinya bisa bikin acara kayak Bandung Berisik gini, untuk segi alat-alat sound yang canggih Surabaya juga punya. Musikalitas para musisi Surabaya juga sudah bagus-bagus. Tinggal apresiasi dari para penontonnya aja yang kurang,” Ronald menambahkan.

Sebagai band yang lahir dan besar di Surabaya, Devadata pun menghimbau kepada arek-arek Suroboyo untuk lebih mendukung scene musiknya. “ Ya support lokal aja lah, dukung terus musik-musik di Surabaya, apapun genrenya, jangan mengotak-ngotak.  Kuatin dalam kota sendiri dulu. Di Surabaya kan nggak. Yang lokal-lokal malah jadi pembuka kalo pas ada acara yang tandem dengan band luar Surabaya,” himbau Dandu yang diamini oleh sang bassist, Roy.

“Tamu” dari Timor Leste

Selain ditonton oleh masyarakat Bandung, di Bandung Berisik 2013 lalu Devadata juga kedatangan tamu istimewa yang jauh-jauh datang dari Timor Leste. Tentu saja mereka datang karena salah satu lagu Devadata yang berjudul sama dengan daerah asal mereka yaitu “Timor Leste”. Sambil membawa-bawa bendera negaranya, mereka menonton dengan tertib tanpa membuat kerusuhan sedikitpun. Sungguh pemandangan yang cukup unik terjadi saat itu jika mengingat negara kita dulu terlibat perselisihan yang cukup pelik dengan Timor Leste.

Membawakan sekitar tujuh lagu, Devadata berhasil mengguncang publik Bandung. Bahkan penampilan Devadata pun tak kalah dengan band-band kawakan lain dari Jakarta ataupun Bandung. Terbukti, Devadata berhasil tampil di main stage Bandung Berisik: Me vs The World Stage, satu panggung dengan Seringai, Burgerkill, Jasad dan Dead Squad.

Eksistensi Devadata selama lima belas tahun di scene musik Indonesia ini membuahkan hasil yang cukup manis bagi mereka. Namun perjuangan mereka masih belum selesai, saat ini Devadata sedang merekam album keempat dan bercita-cita go international. Bulan Mei ini mereka berencana mengadakan tur di berbagai negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. (nit)

Foto oleh : @HeyRudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s