BVAS: GELANDANG STONER DARI SUROBOYO

SONY DSC

Bvas performance di KEN666ERIAN AKHIR PEKAN

Berbahagialah kalian hai para kafir yang tak tahu terima kasih karena membaca ini dengan gratis hehehe. Kali ini kami berkesempatan untuk kenalan sekaligus ngobrol-ngobrol hangat dengan pionir Surabaya, Bvas. Guduk, guduk. Iki guduk arek bal-balan sing membela timnas tapi akhir-akhir ini jarang dipake. Ini adalah band ,kumpulan anak-anak penjajah rilisan fisik, penjaga toko Radioactive-force yang bersatu karena satu iman dan satu hati (mwesti walay).

Beranggotakan 5 orang, yaitu Bayu (penyanyi), Prass (genjreng 1), Ade (genjreng 2), Heru (dum-dum) dan Fadly (dungtakdungtakjess) dan baru saja mengeluarkan EP berjudul Agresi pada tahun ini, kelompok musik tersebut baru bisa kami (padahal mek wong 1) ajak cangkruk plus wawancara berkat tampilnya mereka di acara KEN666ERIAN AKHIR PEKAN. Sayangnya, mas Heru keburu pulang karena suatu alasan sehingga hanya tinggal berempat saja. Walaupun begitu, itu tidak mengurangi sama sekali keasyikannya.

Tentu saja hasil obrolan akan sedikit tak terarah karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sama sekali tak disiapkan, hanya berupa spontanitas dan keisengan belaka agar kami terlihat layaknya media profesional. Begitu pula dengan hasil tulisan ini yang juga bakal sedikit melenceng dari yang direncakan, baik kualitas maupun ketepatan waktu karena kondisi hiruk pikuk suasana warung terkena raungan motor kreto dijalanan lagi kebut-kebutan kala itu (yang terkadang membuat bad mood yang nulis). Jadi kalau masih tetap ingin membaca, yo monggo diwoco.

P (guduk Provoke cok): Sejauh ini kan, kita cuman tahu Bvas dari googling aja nih dan itupun bukan informasi yang jelas. Nah, bisa ga jelasin latar belakang atau awal mulanya terbentuk band ini?

Ade: yo yaopo yo kene kebentuke. Ya dari nongkrong-nongkrong gitu. Kan kita dari 1 skena  yang sama dan juga sama-sama punya band. Ya terus kita pengen bentuk band lagi. Gitu aja sih benernya.

P: uhm, jadi ini tiba-tiba bikin band gitu? Atau gimana sih? Emang sejak kapan kebentuknya?

Fadly: 2013 ya, bisa dibilang pertengahan tahun itu. Yah berawal dari proyekannya Bayu ini.

Bayu: jadi kita sempet latihan-latihan. Bukan ini, yang band lain. Nah akhirnya di situ kumpul  Ade sama Fadly, terus juga masuk Heru the Sinners. Ya sudah terbentuklah Bvas ini.

P: jadi ini berarti kalian kumpul karena di toko begitu?

Fadly: wah, sebelum ada toko malahan. Waktu masih lapak. Anak kongkow bukan anak toko hehehe.

P: berarti emang karena kepengen aja ya. Lah terus kok namanya Buas nih?

Fadly: kita cari nama yang simpel.

Ade: yang Indonesia sekali lah, macam Seringai atau ((Auman)) gitu.

P: Oh gitu, tapi kok Bvas ini pake V? Apa kalian ini anak pecinta kedamaian? Peace lovers macam anak hippies gitu? hehehe

Fadly: bukan, kita tuh benernya anak republik wahahaha. Uhm apa ya. Ga ada arti yang dalem sih. Cuman buat plesetan aja sih benernya. Kalau Bvas pake u kan, terlalu mainstream hahaha. Ga ada yang khusus nih.

P: ok ok. Nah masuk ke masalah EP kalian nih. Ketimbang kami tanya-tanya masalah materi, mungkin lebih baik kami tebak-tebak aja ya. Pantera? Sepultura? Seringai mungkin?

Fadly: Pantera masuk. Down

Ade: Black Sabbath, Led zeppelin.

P: lebih ke arah metal ini kalo liat rootsnya

Ade: yah, nyrempet-nyrempet dikitlah. Southern metal. Kan stoner dasarnya itu.

P: anak-anak pada kepengen maen ala Pantera gitu ta? Soalnya kental banget nih sound dan cara maennya?

Ade: sebenarnya pengen ke arah situ. Pengen dibikin kayak gitu

Fadly: ya ala-ala Pantura gitu (Pantura jare)

Ade: tetapi karena terlalu kencang. Band-band lain sudah kencang, jadi mungkin kita pengen sedikit melambat. Tetapi tetap ke arah rock gitu.

P: Berarti ini bukan karena trend stoner yang lagi marak tahun-tahun ini ya?

Fadly: yaaahh, kebetulan mungkin ya

Ade: nemunya anak-anak kaya gini. Materinya juga kayak gini. Yah akhirnya lagu-lagi kami jadi seperti ini

P: Baik. Nah ini dia pertanyaan utama. Kenapa nih Bvas mengeluarkan Epnya begitu cepat? Padahal terbentuknya juga baru tahun lalu? Padahal kalo liat band yang lain, mereka ngeluarin Epnya agak lama.

Ade: yah ini saking produktifnya anak-anak. Karena terlalu produktif, mangkanya jadi cepat sekali. Mungkin karena mentahan-mentahan, materi-materi dari band kami yang lain, yang tidak pernah muncul karena terlupakan, muncul dan dibawakan sewaktu di sini. Dibawakan jadi 1 lah, jadinya cepet juga penggarapannya.

P: itu kan dari materi-materinya. Gimana nih kalo dari segi liriknya? Kalo baca di tumblr isinya kayak penggambaran-penggambaran gitu.

Bayu: woh, masuk ke lirik nih. Lirik, lirik, uhhh. Penggambaran sih iya, tapi lebih ke arah sosial ya.

Fadly: curhat nih jadinya hahaha

Bayu: jadi 5 lagu, 3 lagu digarap sama saya, 1 cover ya kan. Yah dari segi bahasa emang agak dibegitukan (opo maksute). Contoh kayak Ilusi Berhala Dunia ya. Jadi itu ceritanya uhhhh….

Fadly: ah lali wes. Ah ga ero wes. yahahaha.

Bayu: kehidupan, yah. Kehidupan hedonisme, kemewahan. Yah anak-anak jaman sekarang kan, uh ya apa ya, mewah, bergelimpahan harta. Seperti itulah.

P: memangnya ini Bvas ga ada yang senang kemewahan gitu? Anti kemapanan?

Ade: Bukan, lebih ke arah menyingkapinya gitu bagaimana.BVAS

Bayu: yang terlalu berlebihan akhirnya jatuh kayak gitulah. Uh, terlalu mendewakan uang, ya gitulah. Mendewakan materi.

Fadly: berat ini omongannya anak-anak hahaha. Ah ya mau menambah buat masalah EP tadi. Jadi sendirinya di Surabaya ini banyak band-band yang karyanya enak-enak, tapi kenapa ga dirilis fisik? Ya kan kayak eman ngono rasa e. Jadi buat-buat materi, latihan gitu. 5 lagu jadi, eh 4 lagu sih, 1 cover. Lalu langsung ngeluarin fisik. Jadi kalo menurut kami sih rilisan fisik memang benar-benar berharga.

Ade: Sebetulnya sih karya yang diomongkan on time, tepat itu, 4 lagu 3 bulan itu belum ada. Ya kan? Kalo kamu maen lo, yah nggak sepenuhnya tiap hari.

P: ok, itu tadi kan masalah rilisan fisiknya. Gimana kalo EP (bedano yo opo EP ambek rilisan fisik iki)? Apa sih visi dan misinya? Maksudnya untuk apa sih EP ini?

Ade: Selain untuk menunjukkan karya yang baik, kita juga kepengen tau gimana surabaya ini menghargai karya teman-temannya ini. Kan itu juga resiko kita bikin, ngeluarin materi juga. Ya kita sambil, ya apa ya, dibuat, disebarkan di dunia maya. Yah alhamdulilah.

P: sampai saat ini nih, gimana responnya anak-anak Surabaya untuk EP kalian?

Ade: oh, cepat. Banyak bantuan dari teman-teman juga. Rasae sih semua band ya kayak gitu, menghargai hasil karya yang lainnya. Kadang mereka lebih cenderung ke, ya gitulah. Nah, tujuan kita kan ke latihan, main, take, rekaman, rilisfisik, yang beli siapa. akhirnya yang beli ga ada. Lo ya kan. Pengennya sih dari sini jadi budaya gitu, ga cuman di Bvas aja.

Fadly: jadi motivasi band lainnya.

P: nah, masalah EP ini sendiri kenapa dinamakan agresi?

Bayu: agresi itu, ya seperti artinya sendiri itu, kami ingin album ini jadi album yang santai. Mau maen ya ok, mau gimana. Album ini ya apa ya. Ya opo?

Fadly: jeng jeng hahaha.

Bayu: ini sebuah gerakan. Serangan.

P: masuk ke masalah tracklistnya nih. Kenapa Clepto Opera?

Ade: mungkin, dia band legend surabaya. selain legend, ya teman kita-kita dan lagunya mungkin. Saya pikir cover, kalo cover dengan konsep yang sama, dengan genre stoner, kok kelihatannya uda banyak gitu. Coba kita cari kayak band Clepto Opera. Bandnya phscyedelic, dicover jadi stoner. Mungkin aneh juga hahaha. Lagian teman sendiri juga.

P: tapi kok lagunya yang Dandelion sih? Kenapa kok Dandelion?

Ade: artinya bagus, liriknya juga bagus. Dandelion itu bunga, yang ditempatkan di mana saja bisa hidup.

100_5221P: masalah artwork nih. Gimana nih maksudnya?

Ade: nah kalo ini dia yang bikin (sambil nunjuk Prass)

Fadly: akhirnya berbicara. Hahaha

Prass: nah waktu itu kenapa kelelelawar? Musiknya tuh apa ya. Kelelelawar kan hidupnya di tempat gelap, kumuh, lembap.

Fadly: intinya kita mau nyari ikon gitu.

P: bedanya dengan Kelelawar Malam? (nah ya ini)

Ade: sebenarnya cuman ikon aja. Kelelewar cuman gambaran aja. Nggak tterlalu dipikir lah. Kelelawar ada sisi baiknya, ada sisi buruknya juga. Lagian kelelawar satu-satunya hewan terbang beranak.

P: hahaha, ya ya. Masuk akal. Ga usah dipikir yang ini. Apa ini anak-anak juga Bvas kayak kelelawar, hidup di malam hari?

Fadly: nggak juga. Kecuali yang bassist nya hahahaha.

Ade: punya kehidupan sendiri-sendiri. Yah normal-normal aja.

P: ok, agak OOT. Semisalnya ada artis cewek nih ya datang ke Surabaya. Kira-kira siapa yang paling pengen kalian uuuhhhh….

Kru: gebleh.

P: guduk kene lo mas yang ngomong. Koncoe sampeyan sing ngomong, tapi ya intine ngono seh hehehe.

Fadly: mungkin yang lebih tua dulu ya. Hahahaha.

Ade: wah istri saya sudah artis ya.

P: weh, ketoro ga wani nyebut. Kepek bojo repot iki. Hahaha

Prass: wah sopo iki? Mela Barbie wes

Bayu: kalo saya banyak.

Fadly: salah satunya….

Bayu: wah sopo yo? Uuhhh…

Ade: ayo, wes bengi iki. Dienteni bojo

Bayu: Nadine Candrawinata

P: Wuhhhh…. agak high class nih.

Fadly: kalo saya …. Vitalia Sesha.

P: wahahaha, ok. Pertanyaan terakhir nih. Ditunggu istri. Buat masing-masing personil. 1 kata untuk kota Surabaya.

Ade: Rock

Prass: gila

Bayu: berjuang

Fadly: Surabaya itu …  Dolly hahaha.

P: ok, terima kasih untuk waktunya. Hahaha.

Sebenarnya ada 1 pertanyaan lagi terkait isu sosial politik, tetapi melihat jawaban mereka yang sama sekali nggak menarik dan sepertinya Bvas juga ga tertarik, maka dibuat out of record aja.

 

Foto oleh: Emirul Fahmi dan Nadine Fauzia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s