FRIDAY: MUSIK YANG BELUM DIHARGAI DI KOTA SENDIRI

Friday

Wow, terdengar keras emang judul artikel ini tapi semua itu emang ada benernya. Selain itu, sebenarnya ada banyak hal yang bisa dibahas dari mereka tapi kami tahu, kalau kalian lihat artikel yang berderet kayak sebuah skripsi, pastinya kalian emoh mbaca. Jadi sisanya kami simpan di dalam lubuk hati kami. Ciaooo. Selamat membaca….

Yeaaahhh, Sunday Market kembali membawa kejutan. Seperti biasa, surprise kali ini juga datang dari para pengisi acara. Bedanya, yang mengagetkan itu bukan datang dari band luar kota, tapi dari kota sendiri: Friday. Sorry ya buat band-band yang lain, soalnya kota ini udah lama nggak denger Friday jadi bahasan total kali ini, ya full dari Friday.

Lama nggak terdengar kabarnya (lama nggak manggung juga sih yang lebih tepat), band beranggotakan 4 personil yaitu Komar, Faris, Bram dan Guntur ini akhirnya manggung kembali. Lo iya, masing-masing personil yang sudah terpencar di seluruh daerah layaknya Dragon Ball kembali dikumpulkan di panggung tengah Sutos setelah hampir 8 tahun lebih nggak main di Surabaya. Lo iya, mereka terakhir kali main di Surabaya tahun 2006, padahal mereka terakhir manggung tahun 2010, itu pun di Jakarta. Hmmm, wuaneh yo, band awak dewe tapi ga tau dimaeno di kota awak dewe.

Etetete, selain manggung setelah 8 tahun lamanya, mereka juga mereissue album Sitting on Anything Cold. Dibagikan secara gratis pula. Kurang jancok apa Friday ini??? “Manggung di sini itu kayak acara kangen-kangenan sama kota sendiri. Kita posisinya udah mencar-mencar, jarang bisa maen bareng. Ada yang di Jakarta, ada yang di kota Surabaya, ada yang di luar pulau. Ini jadi kesempatan tersendiri. Yah banyak dorongan dari kawan-kawan Surabaya juga sih buat main, jadi kita nyoba hargai mereka,” jawab Mas Faris. “Kalau buat CD, yah kita terima kasih ke kawan-kawan SunMar yang sudah mau merilis album kita ini,” tambah lebih Mas Komar. Wah, belajar 1 pelajaran nih tentang skena musik, yaitu bukan sebuah alasan band buyar karena sibuknya masing-masing personil.

Hmmm, bagi kalian yang melewati aksi panggung mereka, termasuk yang menulis ini (CUOOOKKK) pastinya harus menunggu beberapa tahun lagi buat melihat Friday main (kayak komet Halley aja) karena memang posisi mereka yang sudah tersebar di mana-mana. “Sebenarnya kami mau aja manggung, cuman apakah pihak panitia siap menanggung transportasi kami, apalagi yang ada di luar kota karena pastinya biaya itu nggak murah. Gitu aja,” terang lebih mereka. Sekali lagi, cok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s