WIND FROM THE FOREIGN LAND: KOMPILASI TIMUR YANG DI BARAT

cvr1Kemarin sudah sempat sedikit kami bahas tentang Charlie’s Rum & The Chaplin, band celtic punk asal Surabaya. Salah satu pertanyaan yang cukup menggumam di kepala adalah apakah itu cuman ada di Surabaya? Ataukah di daerah lain juga ada? Apakah lagunya juga sama seperti Charlie’s ataukah berbeda?

Kompilasi ini menjawab semuanya. 14 track dari tiap band celtic punk yang tersebar di Indonesia, lebih tepatnya di Jawa dan Bali, dikumpulkan di sini. Konon katanya kompilasi ini menunjukkan ciri khas dari tiap bandnya. Mosok? Ya wes di cek ae lah dari review kami ini.

Party Time – Lagu untuk Papah

Lagu yang emang cocok untuk pembuka kompilasi ini. Easy listening banget. Tetapi karena easy listening banget, jadi terasa seperti lagu-lagu ska rock mainstream jaman dulu. Entah kenapa kalau dengerin track ini, mesti keinget lagu-lagu yang disetel MTV jaman 90’an. Mungkin karena vokalnya ya, jadi keinget Tipe-X atau Shaggy Dog gitu. Tapi secara pribadi, ini enak. Dan Luawas.

Panglima Kumbang – My Scene My Home

Track kedua, menurut kami ya, lebih ke arah melodic punk deh. Vokalnya mendukung banget untuk lagu-lagu macam Rocket Rocker. Ini nggak ada maksud mengejek lo. Malahan pujian karena lagu ini kemungkinan besar sangat bisa diterima di skena-skena anak mellodic. Mungkin malahan dinyanyiin terus menerus.

Skarockoi – Freedom

Ok. Track satu ini jelas emang nggak bisa diremehin kalau melihat yang band yang memainkan. Lagu ketiga ini jelas banget punk-nya. Terdengar jelas pada hentakan drum yang dung tak dung tak jes. Tentu saja hal ini menjadikan pertanyaan: kenapa di dalam nama bandnya nggak ada kata punk. Vokalnya juga khas banget. Satu kata buat menggambarkan lagu ini: energic.

Billy The Kid – Bukan Hari ini

Akustik? Yoa. Folk? Uumm, iya. Semangat? Nggak. Track Billy The Kid menurunkan tempo kompilasi ini dengan lagu akustik dan pegucapan lirik yang sangat jelas terdengar. Menurut kami, salah satu influence kuat Billy The Kid adalah Superman is Dead. Rasanya. Soalnya nih dari cara nyanyi, lirik, cara bermain, ya kayak SID banget. Ok, track ini emang cocok dipilih di tengah ini buat relaksasi sekaligus menyanyi bersama.

Black Rawk Dog – The East Side Troops

Yo, kembali lagi dengan semangat yang dipicu hentakan drum plus gesekan biola. Black rawk Dog membawa kembali suasana cepat untuk memicu pertengkaran para pemabuk di bar. Saling mengepruk kepala dengan botol di mana terakhirnya saling bersalaman, tapi terus ada provokator lagi dan pecah tawuran lagi. Yah macam gitulah. Naik turun gegeran yang murni memang untuk bersenang-senang.

Ciusquad – Kotaku kebanggaanku

Well, good morning cowboy. Itu sih yang pengen kami ucapin waktu pertama musik ini mulai. Cuman sepertinya kami tarik kata-kata kami setelah vokalnya masuk. Uuhhh, vokalnya agak lemes nih dan agak sedikit ingin memaksa bersuara tinggi. Sory ya kalau di track ini kritik dari kami pedas, soalnya kami memang berharap lebih dan masih mungkin lebih ditingkatkan. Tapi kami senang dengan bagian yang bisa dinyanyikan bersama. Itu mendem banget.

Dirty Glass – Anthem

Suara suling sudah jelas langsung menandakan kalau lagu ini asyik. Dan itu emang benar. Hampir di seluruh permainan, liriknya dinyanyikan bersama secara bergantian. Yep, ini lagu kebersamaan. Nggak asyik kalau dinyanyikan sendiri.  Ini salah satu track wajib setel di bar. Tinggal satu kekurangannya. Nggak ada vokal yang berat yang garang gitu, jadinya powernya kurang. Masukin power, mantap deh. La la la la la la la . . . . .

Charlie’s Rum & the Caplin – Sama Rata Sama Rasa

Ini suasananya mendukung untuk adegan cowboy dateng dari barat di bawah matahari terbenam. Awalnya. Masuk ke tengah, sisi politis humanis khas Charlie keluar deh. Lirik aatu bahasa satu bangsa bakal jelas terdengar deh di tengah nanti. Di sini yang paling menonjol menurut kami ada di liriknya karena kata-katanya cukup banyak . Cukup banyak yang berbeda, cukup banyak yang berbeda. Coba lebih Oi, pasti lebih enak. Katanya sama rata sama rasa.

Rain in Summer – Perjuangan Semut

Cocok jadi sountrack web browser game FB.  Udah pernah diajuin nggak sih?  Track kesembilan bakal membuatmu melakukan circle pit dengan gandengan lengan. Selain liriknya yang benar-benar menyemangati, suara vokalnya juga bersemangat jadi enaklah buat lagu penambah semangat dan bersenang-senang.

Jerale X – Lucky & Whiskey

Ok, kembali lagi ke musik yang sedikit country. Ini yakin kompilasi celtic punk? Bukan kompilasi musik country-nya Tantowi Yahya kan? Sekali lagi kamu bakal dibuat bermalas-malasan dan nggak ngurus untuk segala tetek bengek di dunia ini melalui lagunya Jerale X. Lagu yang datar dan begitu saja membuatmu bersantai sejenak untuk menikmati matahari yang terbenam sebelum kembali tertidur. Zz zz zz zz . . . . .

The Barley Hops – Reach Your Dream

Yeeeeaaaahhhhh, penyemangat pagi hari sebelum sekolah. Hentakan drumnya cukup punklah plus petikan gitar teng tong ting ting buat lagu ini jelas asyik. Sayang, agak kecewa mendengar pronounciation liriknya. Agak sedikit nggak teteh dalam mengucapkan bahasa Inggrisnya jadi kurang nyel gitu. Jangan terlalu diambil pusing komentar ini. Toh yang penting bisa bersenan-senang.

The Working Class Symphony – My Friend My Enemy Too

Tetap semangat tetap bekerja. Itu nuansa lagu yang disampaikan track kedua belas ini. Cuman bisa berkata enak kalau buat yang satu ini. Paling senang waktu bagian gitar solo karena itu keren. Sayangnya kelihatannya vokalisnya nggak cukup kuat untuk mengucapkan nada-nada tinggi, jadi terasa mencekik. Ohok.

Super Mario – Come On Bois

Lagu perang. Itu kata-kata yang paling cocok buat lagu ini. Soalnya ada drumnya yang trak trak tratak. Asyiknya lagi nih ada posisi-posisi dinyanyikan ramai-ramai macam pendukung sepakbola. Di sini instrumen yang paling menonjol adalah harmonika dan uniknya itu cuman kerasa di track satu ini. Eh lupa ada suara ceweknya juga, tapi kami nggak bisa menebak apa dia cantik atau nggak dari suaranya.

The Cloves and The Tobacco – The Indian Ocean

Wenak. Soalnya ada tempo-tempo macam stop nya yang buat lagu ini sangat identik dengan daerah Irlandia sana. Mungkin Irish bakal senang dengerin lagu ini tapi nggak tahu lagi. Nggak terlalu memberontak, tapi juga nggak terlalu mellow. Nuansanya seperti itu. Cocok memang untuk lagu penutup yang memuaskan pendengarnya.

 

Kesimpulan:

Lagu-lagunya berbeda. Itu membuat kompilasi ini sangat berwarna, walaupun ini adalah kompilasi celtic punk. Hanya satu yang kelewatan dari kompilasi ini. Tidak ada band atau musik yang garang macam Dropkick Murphy. Padahal, lagu macam itu adalah ekspektasi terbesar fans celtic punk. Yah, mungkin benernya ada, tapi bandnya belum beruntung masuk di kompilasi ini. Siapa yang tahu.

Kalau kami beri nilai angka 1-10, maka nilainya adalah 8. Itu karena nuansa lagunya berbeda-beda. Dan juga mengenalkan kami akan band celtic punk di Indonesia. Yah berharap ada kompilasi kedua yang merangkul band-band lainnya.

Advertisements

4 thoughts on “WIND FROM THE FOREIGN LAND: KOMPILASI TIMUR YANG DI BARAT

  1. Ooooo jadi begitu haha. Baiklah, harapan saya kedepan untuk penulisan review, -ato “pendapat pribadi” (saya lihat dari jawban anda di atas) apapun genre musik yg akan diulas, alangkah lebih terasa pas jika dibarengi dengan kajian yg lebih dalam terkait dgn musik yg akan diulas. Tentunya hal tsb akan semakin memperluas sudut pandang penulis dalam mengutarakan pendapatnya. Oh iya , satu lagi masukan, kalo mau mendengarkan genre yg dekat dgn “imajinasi” anda tentang Cowboy, -diluar Country- , saran saya , cobalah dngarkan Bluegrass Punk, referensi saya sih Old Man Markley. Walaupun tak ada sangkut pautnya dgn si gembala sapi , tapi lumayanlah untuk nostalgia dgn hasrat ke-Cowboy-an anda 😉 . ok, thanks a lot. Salam trololalolaiiiiiiieeeee *dor dor

  2. Selamat Pagi Men di akhir pekan…

    langsung saja nih ya 🙂

    Melihat dari judulnya “Wind From The Foreign Land – Kompilasi Timur yang Di Barat” ini saya langsung antusias. Namun pertama kali membaca tulisan ini, saya langsung terperanjat atas isi dari tulisan. Ya, pedas sekali….
    Penilaian Punk dan Celtic-Punk terkesan sangat dangkal. Dan maaf kalau tulisan di atas hanya pendapat pribadi anda, maka tulisan tersebut merepresentasikan pikiran anda lho 🙂

    Soal musik memang selera, dan sah-sah saja menilai musik bak musisi. Saya pribadi juga mengakui masih belum tau secara menyeluruh soal Celtic-Punk. Namun tidak ada salahnya mencoba browsing soal Celtic-Punk. Musik Punk/Celtic-Punk bukan mempersoalkan speed-tempo musik. Jangan-jangan nanti di pikiran anda ada pemain mandolin dengan speed cepat dinilai dangdut-punk…. oh men…. haha bercanda men 😀

    Kesimpulannya sih, yuk mari belajar mengeruk kedangkalan pikiran. Karena blog ini mengusung “blog-zine” yang notabene dibaca orang lain juga, maka menjadi tak adil kalau menulis tanpa survey referensi dulu. Survey referensi bertujuan agar tulisan tidak dibaca secara subyektif, namun secara obyektif.

    • terima kasih untuk komennya. Ahahaha. Memang, untuk sementara ini pemikiran kami sangat dangkal, malah terkesan tidak tahu apa-apa. Maka dari itu, kami pun belajar, yah dari komen-komen masnya ini. Terima kasih untuk masukannya

      Cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s